<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7931176541479546800</id><updated>2012-02-16T13:22:55.654-08:00</updated><category term='my novel'/><title type='text'>Sulistya Nugrahaningrum</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sulistyanugrahaningrum.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7931176541479546800/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyanugrahaningrum.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sulistya Puguh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07188278197281028536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Kdsjfdm6QQ/Sidgx0coAtI/AAAAAAAAAAw/1auwLoqnHAw/S220/dr.sulistya+nugrahaningrum.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7931176541479546800.post-710809064617608861</id><published>2009-04-15T23:17:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T18:23:11.092-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my novel'/><title type='text'>Super Jo</title><content type='html'>Panas, sumpek, dan hiruk pikuk memang sudah menjadi rutinitas yang aku jalani setiap perjalananku menuju kampus. Apalagi pasca hujan dan banjir begini, waah…..benar-benar Semarang bangeet…. Saat hujan telah reda, dan jalan masih digenangi air banjir membuat aku berinisiatif untuk melambungkan hayalanku,”Ini adalah kolam susu coklat.” Dari air banjir yang berwarna coklat susu, aku jadi membayangkan alangkah lezatnya menikmati secangkir coklat hangat, waow nyami….air liurku semakin terangsang keluar dari mulutku,apalagi saat bus yang aku tumpangi berhenti di depan kedai capcay. Di dalam sana kulihat orang-orang sedang asyik menikmati lezatnya capcay, aku mencoba memperkuat indera penciumanku layaknya seekor anjing pelacak. Saat lagi asyik-asyiknya menikmati aroma capcay yang begitu menggoda, tiba-tiba…”Duuh De’..hiks,maap ya..saya barusan kentut, dah gak tahan De’, ya maklum , lhawong sudah dua hari ini saya buang-buang air terus je! Ya maap ya De’….sekali lagi  maap, hiks..hiks..hiks.”&lt;br /&gt;Kulirik sumber suara merdu teman sekursiku,”He..he…he..,iya mbah gak papa kok, namanya juga lagi kebelet kentut.”&lt;br /&gt;Tanpa diduga malahan si nenek menunjukkan gigi hitamnya tepat di depan mukaku. Susur tembakau yang menyelempit di sudut mulutnya bergoyang-goyang menari mengikuti gerakan bibir merahnya saat tertawa.&lt;br /&gt;“Turun mana, Mbah…?”,aku mencoba berbasa-basi. Yang membuat aku bingung adalah setiap pertanyaan yang aku ajukan pada si nenek hanya dijawab dengan tawa lebar, dan sialnya helaian-helaian tembakau itu muncrat ke mukaku saat dia terbahak. &lt;br /&gt;“De’…De’…mbah ngerti maksud kamu itu mau ngajakin mbah guyonan, tapi maap…, mbah  ini sudah gak bisa dengar apa-apa, hiks…hiks…hiks..mbah sudah budeg.” Sambil memutar-mutar tembakau susurnya, si nenek tersenyum kapadaku, dan aku hanya nyengir.&lt;br /&gt;“Kampus..kampus! Yak..yang turun kampus siap-siap..!” suara kondektur mengakhiri petualangan burukku selama dalam bus. Anggukan kepala dan senyum perpisahan aku lempar ke arah si nenek dan aku segera bergegas turun. Aku berusaha keluar dari himpitan penumpang yang penuh sesak, berbagai aroma khas ketek mulai tercium satu persatu, aroma ketek mix sayuran dan debu,mmmm…..benar-benar ancaman yang membuat sarapan pagiku  terangsang keluar dari perut. Kakiku sempat menggeser seutas tali raffia, setelah aku sampai di depan pintu bus, aku menghela nafas panjang,”Wah…lega…” (sebagian saduran dari novel Lelakiku/sulistya nugrahaningrum)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7931176541479546800-710809064617608861?l=sulistyanugrahaningrum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyanugrahaningrum.blogspot.com/feeds/710809064617608861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyanugrahaningrum.blogspot.com/2009/04/super-jo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7931176541479546800/posts/default/710809064617608861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7931176541479546800/posts/default/710809064617608861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyanugrahaningrum.blogspot.com/2009/04/super-jo.html' title='Super Jo'/><author><name>Sulistya Puguh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07188278197281028536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Kdsjfdm6QQ/Sidgx0coAtI/AAAAAAAAAAw/1auwLoqnHAw/S220/dr.sulistya+nugrahaningrum.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7931176541479546800.post-1028955287647916186</id><published>2009-04-15T23:10:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T18:23:11.092-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my novel'/><title type='text'>Lelakiku</title><content type='html'>Semua masih sama seperti dulu, taman ini masih terlihat indah dengan bougenvile ungu yang selalu menyemarakkan, di sinilah  terakhir kalinya aku bertemu dengan Yurie. Meskipun perasaanku sudah mati, tapi aku juga manusia biasa yang mengagumi  keindahan, satu persatu kuurai semua kenangan indah bersama Yurie di taman ini. Alunan harmonika tentang lagu cinta yang selalu Yurie mainkan untukku sebenarnya membuat aku begitu merindukan segalanya. Lima  tahun aku susah payah untuk bangkit dari kehancuran yang telah Yurie ciptakan untukku. Andaikan waktu dapat bergulir kembali ingin kuulang semua kisahku, yang membuat jantungku lumpuh dan terlena dengan indahnya. Namun roda kehidupan telah berputar, semuanya telah  hancur dan menjadi puing yang tak dapat dibangun lagi, yang tersisa saat ini hanyalah rasa sakit dan penyesalan yang mendalam, yang meninggalkan seribu tanya. Yang aku lakukan kini hanya mengabdikan diriku untuk lelaki kecilku, satu-satunya harapanku dan yang membuat tekadku bulat untuk mengayunkan langkahku menatap masa depan.  &lt;br /&gt;“Bunda, ayo kita pulang aja, Rio capek!” &lt;br /&gt;“Rio, Sayang…..sebentar ya, kita tunggu dulu tante Riza, Rio mau ice  cream kan?”&lt;br /&gt;Sambil kuusap peluh Rio yang membasahi dahinya kucoba membuat Rio tenang, sementara Rio menempelkan kepalanya ke perutku.&lt;br /&gt;“Asyiik….tapi Bunda, ice creamnya mana?”&lt;br /&gt;Tatapan yang bening dan polos, membuat aku tidak tega membiarkan Rio menunggu Riza bersamaku terlalu lama. (sebagian saduran dari novel Lelakiku/sulistya nugrahaningrum)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7931176541479546800-1028955287647916186?l=sulistyanugrahaningrum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyanugrahaningrum.blogspot.com/feeds/1028955287647916186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyanugrahaningrum.blogspot.com/2009/04/lelakiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7931176541479546800/posts/default/1028955287647916186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7931176541479546800/posts/default/1028955287647916186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyanugrahaningrum.blogspot.com/2009/04/lelakiku.html' title='Lelakiku'/><author><name>Sulistya Puguh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07188278197281028536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Kdsjfdm6QQ/Sidgx0coAtI/AAAAAAAAAAw/1auwLoqnHAw/S220/dr.sulistya+nugrahaningrum.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7931176541479546800.post-8543483853030188148</id><published>2009-04-14T23:59:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T18:23:11.092-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my novel'/><title type='text'>Julie...</title><content type='html'>Sebel, bosan, penat dan jengkel campur aduk jadi satu. Rasanya aku makin terjebak dan terpenjara masalah cinta. Ada yang bilang cinta itu indah, tapi mengapa cinta yang aku dapat saat ini justru kehampaan dan sakit.&lt;br /&gt;Jujur..aku menyesal dengan segala yang aku jalani, makin hari makin sering aku dan Indra adu pendapat dan prinsip. Aku merasa semakin tebal garis perbedaan itu, makin sering bertengkar…dan..aku sudah tidak tahan lagi dengan keadaan ini. Aku benar-benar capek!. Aku tidak kuat lagi untuk melawan perasaanku. &lt;br /&gt;“Haruskah aku mengakhiri hubungan ini?”. Pertanyaan itulah yang saat ini sedang memenuhi otakku. Aku sudah berusaha untuk dapat memahaminya, tapi aku tetap tidak bisa, semakin lama aku semakin kualahan menghadapinya. Dia terlalu keras dan idealis. Ingin aku meronta dan berlari menjauhi segala rasa yang ada dalam diriku. Aku merasa semakin hancur dan terpuruk, sampai-sampai kamar yang selama ini menjadi tempat terfavoritku seolah berubah jadi penjara yang menghimpit tubuhku perlahan-lahan. Aku bergegas keluar dari kamarku untuk mencari suasana baru yang mungkin bisa mengurangi rasa penatku saat ini. Sempat aku melirik ke meja belajarku, tujuh tumpuk buku tebal yang tak lain adalah bahan ujianku masih tersusun rapi dan sama sekali belum aku buka.Aku hanya dapat menarik nafas panjang sambil berlalu meninggalkan kamarku. Ughhh…..rasanya makin berat beban pikiranku saat ini. Ujian???Bagaimana mungkin aku bisa belajar dengan situasiku saat ini!! &lt;br /&gt;Bunyi telp tiba-tiba menghentikan langkahku, aku berbalik untuk mengangkatnya .&lt;br /&gt;“Hallo……”Kutunggu jawaban balik telp itu. Sambil kusandarkan tubuhku pada dinding samping telp itu. (sebagian saduran dari novel Lelakiku/sulistya nugrahaningrum)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7931176541479546800-8543483853030188148?l=sulistyanugrahaningrum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyanugrahaningrum.blogspot.com/feeds/8543483853030188148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyanugrahaningrum.blogspot.com/2009/04/julie.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7931176541479546800/posts/default/8543483853030188148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7931176541479546800/posts/default/8543483853030188148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyanugrahaningrum.blogspot.com/2009/04/julie.html' title='Julie...'/><author><name>Sulistya Puguh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07188278197281028536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3Kdsjfdm6QQ/Sidgx0coAtI/AAAAAAAAAAw/1auwLoqnHAw/S220/dr.sulistya+nugrahaningrum.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
